1
[[7 ~ AL-A'RAF (TEMPAT TERTINGGI ANTARA SURGA DAN NERAKA)(1) Pendahuluan: Makkiyyah, 206 ayat ~ Surat yang berisi 206 ayat ini termasuk kelompok surat Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah, kecuali ayat 163 sampai ayat 170 yang diturunkan di Madinah. Permulaan surat ini merupakan kelanjutan dari bagian akhir surat al-An'âm. Setelah pada bagian akhir surat al-An'âm itu dibicarakan tentang hewan ternak, awal surat al-A'râf mengandung kisah awal mula penciptaan manusia. Diceritakan, misalnya, kisah penciptaan Adam dan Hawâ', kisah keluarnya mereka dari dalam surga akibat godaan setan, keterangan lebih lanjut mengenai godaan setan yang terus menerus kepada manusia dalam pakaian dan makanan. Seperti surat-surat yang lain, surat ini pun menyinggung perintah mengamati dan menghayati sistem yang begitu teratur di dalam langit dan bumi. Selain itu, surat al-A'râf mengandung beberapa kisah. Di antaranya kisah Nabi Nûh, Nabi Hûd dengan pengikutnya, kaum 'Ad, Nabi Shâlih dengan kaum Tsamûd yang terkenal kuat dan memiliki kekayaan, Nabi Lûth dengan kaumnya dan tindakan makar yang mereka lakukan dan Nabi Syu'ayb dengan penduduk Madyan. Juga kisah-kisah nyata yang mengandung nasihat dan pelajaran. Setelah itu dalam surat ini Allah mengisahkan cerita Nabi Mûsâ a. s. dan Fir'aun. Sebagai penutup, surat ini menggambarkan nasib orang yang telah mendapat petunjuk kemudian terlepas lagi akibat godaan setan yang semestinya tidak terjadi. Di samping itu, juga ajakan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. yang benar. (1) Al-A'râf adalah pembatas antara surga dan neraka yang mempunyai pintu. Kata a'râf adalah bentuk jamak dari 'urf yang berarti 'sesuatu yang tinggi' atau 'sesuatu yang terhormat'. Dinamakan demikian, karena pembatas antara surga dan neraka itu sangat tinggi.]] Alif, Lâm, Mîm, Shâd, adalah huruf-huruf fonemis yang disebut di awal beberapa surat Makkiyyah untuk mengingatkan orang-orang musyrik bahwa al-Qur'ân terdiri atas huruf yang sama dengan fonem yang mereka bunyikan. Meskipun begitu, mereka tidak mampu mendatangkan sesuatu yang sama dengan al-Qur'ân. Selain itu, huruf ini mengajak mereka untuk mendengarkannya, meskipun mereka saling menasihati agar tidak mendengarkan.
2
Al-Qur'ân diturunkan kepadamu supaya, dengan al-Qur'ân itu, kamu memberi peringatan kepada orang-orang yang mendustakannya agar mereka beriman, dan juga untuk mengingatkan orang-orang Mukmin supaya bertambah iman. Maka, karena alasan takut didustakan, jangan sampai kamu merasa sempit dada dalam menyampaikan al-Qur'ân itu.
3
Ikutilah apa yang diwahyukan kepada kalian dan jangan mengikuti pemimpin-pemimpin dengan menerima ajakan dan meminta bantuan kepada mereka. Kalian akan sedikit sekali mendapat nasihat dan pelajaran saat kalian meninggalkan agama Allah dan mengikuti yang lain. Padahal, di dalam agama Allah itu terdapat banyak sekali pelajaran dan nasihat.
4
Sungguh telah Kami binasakan banyak negeri karena penduduknya menyembah selain Allah dan mengikuti selain jalan-Nya. Siksaan Kami tersebut datang menimpa mereka di malam hari, di saat mereka lalai dan terlelap tidur, seperti yang terjadi pada kaum Nabi Lûth. Atau di siang hari, saat mereka beristirahat tidur siang, seperti yang menimpa kaum Nabi Syu'ayb.
5
Mereka mengakui dosa-dosa yang menjadi penyebab bencana. Tidak ada yang dapat mereka lakukan ketika menyaksikan siksaan Kami selain berkata, "Sesungguhnya kamilah yang menzalimi diri sendiri dengan berbuat maksiat. Tuhan tidak menzalimi kami dengan siksaan-Nya." Padahal ungkapan itu sudah tidak berguna lagi.
6
Pembalasan Allah pada hari kiamat nanti akan sangat teliti dan adil. Kami akan menanyakan orang-orang yang Kami datangkan para rasul apakah pesan-pesan Kami telah sampai kepada mereka dan bagaimana rasul-rasul itu disambut. Kami juga akan menanyakan para rasul, apakah mereka telah menyampaikan segala apa yang diturunkan oleh Tuhan, dan bagaimana kaum mereka menyambutnya.
7
Akan Kami kabarkan kepada mereka semua kabar yang benar, yang sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Sebab Kami telah menghitung semua apa yang mereka kerjakan. Kami tidak pernah jauh dari mereka dan selalu tahu apa yang mereka lakukan.
8
Pada hari itu Kami akan menanyakan dan memberitahukan mereka, perhitungan segala perbuatan untuk diberi balasan yang sangat adil. Orang-orang yang kebaikannya banyak, dan melebihi kejahatannya, adalah orang-orang yang beruntung. Mereka akan Kami jaga dari api neraka dan akan Kami masukkan ke dalam surga.
9
Sebaliknya, siapa yang kejahatannya banyak, melebihi kebaikannya, adalah orang-orang yang merugi. Sebab mereka telah menjual diri kepada setan, sehingga tidak merenungi tanda-tanda kekuasaan Kami karena ingkar dan keras kepala.
10
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kalian di muka bumi. Lalu Kami berikan kalian kekuatan untuk dapat mengeksploitasi dan mendaya-gunakannya. Kami juga menyediakan sarana-sarana kehidupan. Akan tetapi sangat sedikit yang bersyukur di antara kalian, dan kalian akan mendapatkan balasan dari itu.
11
Di dalam kisah-kisah umat terdahulu terdapat banyak pelajaran dan nasihat dan di situ jelas bahwa setan selalu berusaha menghilangkan nikmat-nikmat dari kalian dengan membuat kalian lupa perintah Allah. Kami telah menciptakan bapak kalian, Adam, dan membentuknya dengan sempurna. Setelah itu Kami berfirman kepada malaikat, "Hormatilah ia!" Lalu mereka menghormatinya sebagai bukti ketaatan mereka kepada Tuhan. Semua menghormatinya kecuali Iblîs yang tidak taat.
12
Allah berfirman sebagai penolakan atas keingkarannya, "Apakah yang membuatmu tidak hormat kepadanya, padahal Kami telah memerintahmu untuk itu?" Dengan angkuhnya Iblîs menjawab, "Aku lebih baik daripada Adam. Sebab Engkau telah menciptakanku dari api sedangkan dia dari tanah. Dan api lebih mulia daripada tanah."
13
Allah membalas sikap menentang dan kesombongan setan dengan mengusirnya dari surga-Nya. Dia berfirman kepadanya, "Turunlah kamu dari surga setelah sebelumnya kamu terhormat di dalamnya. Tidak pantas bagi kamu untuk sombong dan menentang perntah-Ku di situ. Keluarlah dalam keadaan terhina!
14
Iblîs berkata kepada Allah, "Berilah aku tenggang waktu. Dan jangan matikan aku sampai datang hari kiamat."
15
Lalu Allah menjawab dengan firman-Nya, "Kamu termasuk orang-orang yang ditangguhkan dan diakhirkan."
16
Karena dengki dan iri terhadap Adam, Iblîs berkata, "Karena Engkau telah menetapkan aku dalam kesesatan, aku bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam. Akan aku palingkan mereka dari jalan kebenaran dengan menggunakan segala cara.
17
Dan aku bersumpah akan mendatangi mereka dari segala arah: depan, belakang, kanan, kiri, dan segala penjuru yang memungkinkan. Akan aku cari kesempatan lengah dan titik lemah mereka untuk mencapai tujuan menyesatkan. Sehingga kebanyakan mereka tidak beriman kepada-Mu, karena tidak mensyukuri nikmat-Mu."
18
Allah menambahkan kemurkaan-Nya dengan berfirman kepada setan, "Keluarlah kamu dari surga dengan keadaan terhina karena kesombongan dan pelanggaranmu, dan hidupmu akan berakhir dengan kebinasaan. Dan Aku bersumpah, siapa saja dari anak cucu Adam yang mengikutimu, akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu dan mereka semua."
19
Hai Adam, tinggallah kamu dan istrimu di tempat kemuliaan-Ku, surga. Bersenang-senanglah kalian berdua di dalamnya. Makanlah apa saja yang kalian sukai, kecuali pohon ini. Jangan kalian dekati. Sebab itu akan membuat kalian termasuk orang-orang yang menzalimi diri sendiri lantaran siksaan yang timbul akibat pelanggaran.
20
Setan menggoda keduanya agar melanggar perintah Allah. Sehingga pakaian mereka terlepas dan auratnya terlihat. Setan berkata kepadanya, "Tuhan melarang kamu berdua mendekati pohon ini lantaran tidak ingin melihat kalian menjadi malaikat dan kekal, terus menerima nikmat yang tanpa terputus di dalam surga."
21
Setan bersumpah kepada keduanya bahwa ia termasuk orang-orang yang memberi nasihat. Sumpahnya pun berulang-ulang.
22
Dengan tipu dayanya, setan berhasil menggiring mereka memakan buah dari pohon tersebut. Ketika mereka mencicipi dan aurat mereka terbuka, mereka kumpulkan dedaunan untuk menutupinya. Tuhan mencerca keduanya, dan mengingatkan kesalahannya dengan berfirman, "Bukankah Aku telah melarang kalian dari pohon itu? Dan bukankah Aku telah memberitahukan bahwa setan adalah musuh yang tidak pernah ingin melihat kalian dalam kebaikan?"
23
Dengan menyesal dan menunduk, Adam dan istrinya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dengan melanggar perintah-Mu yang membuat segala nikmat hilang. Jika Engkau tidak ampuni kesalahan kami, dan Engkau tidak kasihi kami dengan karunia-Mu, niscaya kami akan termasuk golongan yang merugi."
24
Allah berfirman kepada keduanya dan juga kepada setan, "Turunlah kalian, sebagian menjadi musuh bagi yang lain. Di bumi, kalian akan menemukan ketenangan dan kesenangan sampai datangnya waktu yang telah ditentukan untuk kalian.
25
Di bumi kalian akan hidup dan beranak pinak. Di sana kalian akan mati dan dikubur. Dan dari sana pula kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat."
26
Hai anak keturunan Adam, Kami telah berikan nikmat kepada kalian. Kami ciptakan pakaian sebagai penutup aurat dan penghias diri. Tetapi ketakwaan adalah pakaian terbaik yang dapat memelihara diri dari siksaan. Nikmat-nikmat tersebut merupakan bukti atas kekuasaan dan kasih sayang Allah agar manusia ingat akan keagungan-Nya dan keberhakan-Nya sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah. Kisah di atas juga merupakan ketentuan Allah di alam raya yang menjelaskan balasan akibat melanggar perintah Allah, sehingga manusia menjadi terus ingat, berusaha taat kepada Allah dan mensyukuri semua nikmat.
27
Hai anak Adam, jangan kalian penuhi ajakan dan kesesatan dari setan. Sebab, itu dapat menghilangkan nikmat-nikmat yang bisa kekal hanya dengan bersyukur dan taat kepada Allah. Jangan seperti kedua orang tuamu, Adam dan istrinya. Mereka dikeluarkan oleh setan dari segala kenikmatan dan kemuliaan. Setan melepas pakaian mereka berdua dan membuka auratnya. Ia dan kawan-kawannya mendatangi kalian tanpa kalian rasakan kedatangannya. Cara-cara dan tipu dayanya pun tidak kalian rasakan. Setan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Kami menjadikan setan-setan itu sebagai pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman dengan keimanan yang benar dan membuatnya taat secara total.
28
Orang-orang yang mendustakan rasul, apabila melakukan kemungkaran seperti syirik, tawaf di sekeliling Ka'bah dengan telanjang dan sebagainya, beralasan dengan mengatakan, "Kami mendapati leluhur kami melakukan hal itu. Kami sekadar mengikuti mereka. Allah memerintahkan kami untuk melakukannya dan meridainya dengan menetapkan perbuatan tersebut." Katakanlah, hai Nabi, dengan mengingkari kedustaan mereka, "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh kalian melakukan perbuatan-perbuatan makar semacam itu. Apakah kalian menisbatkan sesuatu yang tidak beralasan kepada Allah padahal kalian juga tidak mengetahui kebenarannya."
29
Terangkan kepada mereka apa yang diperintahkan Allah. Katakanlah, "Tuhanku menyuruh berlaku adil dan tidak berlaku keji. Dia menyuruh kalian beribadah hanya kepada-Nya di setiap waktu dan tempat. Dan Dia juga menyuruh kalian ikhlas dalam beribadah kepada-Nya. Masing-masing kalian akan kembali kepada- Nya setelah mati. Seperti halnya Dia menciptakan kalian dengan mudah di saat kalian tidak memiliki apa- apa, kalian akan dikembalikan kepada-Nya dengan mudah pula, meninggalkan semua nikmat yang ada di sekeliling kalian."
30
Pada hari kiamat manusia terbagi ke dalam dua golongan. Pertama, golongan yang diberi hidayah oleh Allah karena memilih jalan kebenaran, beriman dan beramal saleh. Kedua, golongan yang ditetapkan sesat karena memilih jalan kebatilan yaitu kufur dan maksiat. Golongan yang sesat itu menjadikan setan sebagai pemimpin mereka selain Allah dan mengikutinya. Mereka mengira diri mereka benar karena terbuai oleh tipu daya setan.
Sonraki 30 ayet →